Kamis, 02 Mei 2013

JADIPA, MEKAR JAYA - BANJARAN



Kampung Jadipa Desa Mekar Jaya Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kampung ini berada di lereng Pegunungan Malabar, perkampungan persis di kaki bukit.
Jika ingin melihat kota Banjaran dari atas tidak salah lagi jika anda mencobanya dari kampung ini. 
Kampung yang tenteram, jauh dari kebisingan kota. 
Penduduk kampung ini pun, sungguh ramah.
Enak jika ngobrol bersama dengan mereka. Hampir seluruh warga kampung, menghabiskan waktunya di lahan pertaniannya. Berbeda dengan kaum generasi mudanya, yang justru memilih untuk mencoba peruntungan di kota.

Rabu, 01 Mei 2013

PUNCAK MULYA, BANJARAN

Puncak Wangun sebuah kampung di pegunungan,  hening, tentram dan bebas dari kebisingan kota.
Puncak yang oleh para pelajar dan remaja banyak digunakan untuk kegiatan sekolah, kegiatan yang tidak jauh dari kegiatan kepramukaan.
Secara Administrasi, kampung ini menjadi bagian dari Kecamatan Banjaran, walaupun letaknya justru lebih dekat ke Wilayah Kecamatan Cimaung.

Dua wanita paruh baya dengan mantap menuruni jalan setelah seharian bekerja di ladang, yang oleh masyarakat setempat disebut kebon.
Tidak banyak yang mereka dapat dalam nilai rupiah, tetapi mereka mendapatkan ketenangan, tiada bising tiada pula kemacetan.
Suasana hening di pedesaan,tak pernah membosankan mata orang yang sudah bertahun-tahun tinggal di kota, untuk ingin lagi dan ingin lagi kembali, menikmati keindahan alam pedesaan.

JALAN RAYA ARJASARI BUTUH PERHATIAN

Jalan Raya Arjasari, adalah satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Arjasari dengan Wilayah Banjaran dan sekitarnya.
Tetapi jalan ini, seolah tak pernah berhenti dari kerusakan.
Pemerintah (dalam hal ini Camat Kecamatan Arjasari), seperti tidak pernah melalui jalan ini.
Sehingga, perbaikan jalan ini seperti luput dari perhatian pemerintah.
Atau Camat Arjasari sudah tak mau ambil peduli lagi ?

Dalam kurun waktu 10 tahun, terhitung ada beberapa kali perbaikan. 
Tetapi perbaikan itu, seperti tidak dilakukan dengan serius.
Buktinya, perbaikan itu tak pernah bisa bertahan lama.
Yang mengherankan adalah, mengapa perbaikan selalu dilakukan pada musim hujan ?
Sementara, jika hujan turun pada sa'at perbaikan dilakukan, tentu akan mengurangi kwalitas dari perbaikan jalan itu sendiri.
Jika perbaikan jalan dilakukan, dua bulan kemudian jalan sudah mulai menunjukkan gejala akan segera rusak kembali.
Kita para pengguna jalan ini, masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan ini tentunya, berharap agar pemerintah memperhatikan kondisi ini.
Semua kita menyadari, volume pengguna jalan, semakin hari semakin menunjukkan peningkatan yang besar.

Semoga jeritan ini bisa di dengar .... !!